Secara umum rehabilitasi adalah sebuah proses untuk membantu sesuatu agar dapat kembali seperti sedia kala, atau paling tidak terdapat pengganti yang sama seperti sebelumnya •Rehabilitasi sosial sendiri merupakan sebuah proses yang dimaksudkan kepada seseorang yang tidak hanya mengalami gangguan fungsi fisik dan mental, Pondokpesantren Rehabilitasi mental, Kabupaten Jember, Jawa Timur. 269 likes · 5 talking about this. anak nakal, kecanduan atau pasangan hidup selingkuh, kami bisa bantu solusi nya. dengan terapi alami PondokPesantren dan Opsi Pendekatan Spiritual Rehabilitasi Penyalahgunaan Narkoba Dibaca: 0 Oleh Humas BNN 21 Agu 2018 Desember 21st, 2020 Tidak ada komentar #BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba REHABILITASIMENTAL DI PONDOK PESANTREN NURUL FIRDAUS — (Gangguan Bipolar) (CIAMIS,29/03/2017). Gangguan bipolar adalah gangguan mental yang menyerang kondisi psikis seseorang yang ditandai dengan KepalaBalai Anak Toddopuli Makassar: Ini Seperti Pondok Pesantren, Begitu Keluar Langsung Menjadi Baik Kepada anak-anak binaan di Balai Anak Toddopuli kata Christiana Junus mengatakan, sebenarnya balai ini bukan untuk rehabilitasi, melainkan semacam pondok, ketika keluar, mereka menjadi orang baik. qCHN. - Pesantren sudah sangat lekat dengan kehidupan masyarakat muslim di Indonesia. Ratusan tahun sebelum Indonesia merdeka, pesantren sudah tersebar ke seluruh pelosok nusantara. Mulai daerah pesisir sampai memang identik dengan lembaga pendidikan untuk memperdalam ilmu-ilmu agama. Namun seiring perkembangan zaman, banyak pesantren didirikan untuk menangani masalah sosial tertentu dengan pendekatan islami. Salah satunya pesantren yang didirikan khusus untuk orang gangguan ini pesantren khusus menangani orang-orang yang mengalami gangguan mental1. Ponpes Darut Tasbih, TangerangPondok Pesantren Darut Tasbih berada di Desa Gelam Jaya, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten. Pesantren ini memang khusus menerima orang-orang yang mengalami gangguan kejiwaan. Namun kegiatan di pesantren ini tidak berbeda dengan pesantren pada umumnya. Keseharian santri diisi dengan ibadah, mengaji, mendengarkan tausiyah, dan melakukan ruqyah. Pesantren ini diasuh oleh KH Rafiudin. Ia menempatkan posisi orang yang mengalami gangguan kejiwaan itu di tempat yang mulia. Ia tak menganggap mereka pasien, tapi sebagai santri. KH Rafiudin sudah menangani orang yang mengalami gangguan kejiwaan sejak 30-an tahun lalu. Awalnya ia membawa pulang sejumlah orang dengan gangguan kejiwaan dari pinggir jalan ke kontrakannya di kawasan Tanjung Priok, Jakarta pada 2000, ia sudah memulai aktivitas di Darut Tasbih, pesantren yang ia dirikan. Kapasitas pesantren pada awal didirikan tidak lebih dari 50 santri. Para santri yang mengalami gangguan jiwa di pesantren ini karena berbagai permasalahan seperti masalah bisnis dan cinta. Di tempat itu, KH Rafiudin melakukan pendekatan dan mengajak mereka beribadah. Santri yang datang silih berganti. Kini santri yang datang tak lagi terlantar, mereka diantar oleh keluarganya. Namun karena ada Covid-19, dari 60 santri ada 30 santri yang terpaksa harus dikembalikkan untuk Rafiudin tidak mengingat jumlah santri yang sembuh setelah menjalani pengobatan. Namun mereka yang sembuh menjalani hidup normal dan memiliki berbagai pekerjaan. Bahkan ada santri yang saat ini sudah menjadi pengusaha kuliner di Samarinda, Kalimantan Timur. Saat ini, Rafiudin juga membuat sebuah majelis taklim khusus untuk orang-orang yang mempunyai keterbelakangan Ponpes Bani Abbas RangkasbitungPondok Pesantren Bani Abbas Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten ini dipimpin oleh KH Abbas Wahyudin. Dia sudah 20 tahun menampung pasien rehabilitasi kecanduan narkoba dan gangguan orang yang nyantri di pondok itu bisa sembuh. Pasien rehabilitas kecanduan narkoba dan gangguan jiwa paling cepat sembuh, hanya dengan waktu sepekan dan jika lama bisa mencapai empat tahun. KH Abbas memberikan pengobatan berbentuk media dengan berdoa kepada Allah Ta'ala dan memberikan air putih. Ia percaya semua penyakit terjadi atas sarana membuat KH Abbas tidak bisa menampung pasien dalam jumlah besar. Ditambah lagi pasien kerap mengamuk. Saat ini sekitar 10-an orang yang tengah menjalani rehabilitas. Penanganan pengobatan bagi pasien baru ditempatkan di kamar khusus dan jika sudah sadar, mereka akan disatukan dengan para santri. Ada 35 santri yang tengah belajar di pesantren ini. mereka rutin tiap melakukan aktivitas layaknya santri pada umumnya. Hanya saja, mereka kerap diperbantukan untuk menangani pasien pengobatan rehabilitasi dan gangguan jiwa. Tujuan pendirian pesantren ini untuk membantu pertolongan umat manusia khusus kecanduan narkoba dan gangguan jiwa. Biaya pengobatan seikhlasnya saja, namun keluarga pasien harus memenuhi kebutuhan pasien. 3. Pesantren Istighfar, SemarangPesantren Istighfar, Semarang, Jawa Tengah yang berarti memohon ampunan’ didirikan oleh Mohammad Kuswanto Gus Tanto pada 2005. Banyak santri yang merupakan preman atau berandal. Mereka tak menginap. Hanya datang ketika ada kebutuhan untuk berkonsultasi. Setiap hari jumlah mereka mencapai 250 segi bangunan, pesantren ini mirip klenteng. Bangunannya diberi hiasan relief naga. Di dalam mushola terdapat lampu disko. Sementara di dindingnya terdapat tulisan “Wartel Akhirat Angka-angka itu adalah jumlah rakaat pesantren ini bekas tempat aktivitas maksiat berlangsung tanpa henti. Perjudian dan pelacuran menjadi hal yang lumrah di tempat ini. maka tak heran jika masyarakatnya merupakan pelaku kriminal. Namun kini, semua sudah berubah. Tempat itu sudah lebih islami dan tidak lagi menakutkan untuk Tanto mengaku tak mudah membangun ponpes di Purwosari. Banyak tantangan yang harus dihadapi untuk mewujudkan keinginannya mendirikan ponpes. "Bahkan, bentuk bangunan pesantren saja bisa jadi masalah dan diartikan macam-macam," ujar Sutanto kepada reporter SCTV Riko Anggara dalam tayangan Liputan 6 Siang, Senin 23/8.Namun, berkat pendekatan yang sangat personal, semua halangan itu bisa disingkirkan. Hal terpenting adalah tidak menyampaikan janji-janji atau mendikte, karena santri punya latar belakang berbeda dari pesantren pada Pesantren Perut Bumi, TubanPesantren Perut Bumi ada di Tuban, Jawa Timur. Pesantren yang bernama Syekh Maulana Maghribi ini dibangun 20 meter di bawah tanah. Tepatnya, di dalam sebuah pesantren ini adalah KH. Subhan Mubarok. Ia beralasan membangun pesantren di dalam goa karena terinspirasi kitab suci. Menurutnya, mayoritas firman Allah diturunkan pada para nabi di dalam pertama Al-Qur`an Surah Al-Alaq ayat 1-5 memang Allah turunkan di dalam goa. Yakni ketika Nabi Muhammad menyendiri tahannuts di dalamnya. Nama goa itu adalah yang dibangun pada 2002 itu menawarkan keamanan dan kenyamanan, sehingga para santri tak perlu khawatir jika berada di tempat ini juga menyimpan sejumlah situs-situs peninggalan ulama terdahulu. Situs tersebut meliputi petilasan Syekh Maulana Al Maghribi serta tempat pertapaan Singo Joyo dan Putri Ayu itu, santri di pesantren ini mayoritas mantan pelaku kriminal. Pesantren ini juga sering dikunjungi para pelancong dari luar negeri. Ada yang sekadar melihat keunikan, atau pun belajar langsung di tempat Pesantren Metal Tobat Sunan Kalijaga, CilacapPesantren ini mirip dengan Pesantren Istighfar yang ada di Semarang. Para santri terdiri dari orang-orang dengan masa lalu yang kelam. Ada yang bekas pencuri, peminum, sampai Soleh Aly Mahbub mendirikan pesantren ini pada tahun 2000. Saat ini jumlah santrinya 500 orang. Sejak didirikan sampai sekarang sudah 22 santri yang berhasil menghafalkan Al-Qur` pesantren ini para santri mengaji Al-Qur`an dan fikih. Seperti di pesantren umumnya. Tapi mereka dibebaskan memanjangkan rambut dan bermain musik. Sebagian bahkan ada yang sini pula ada pusat rehabilitasi mental. Biasanya santri yang direhab karena pernah mengkonsumsi narkoba dan gangguan jiwa. Abah Soleh mengaku tak memiliki metode njlimet untuk menyembuhkan mereka. Sebab, obatnya hanya berdoa dan berpuasa daud adalah puasa yang dilakukan Nabi Dawud Alaihissalam dengan cara sehari berpuasa, sehari tidak. Puasa daud ini pun dilakoni selama tiga tahun berturut-turut tanpa henti.jqf By Danur Pondok Pesantren rehabilitasiYayasan Pembina Islam KHALIFA merupakan lembaga kesehatan holistik dan pembinaan yang konsen dalam penanganan kasus-kasus mental dan kejiwaan, berdasarkan pengalaman kami dalam tindakan terapi pasien Baca Santri, kini kami telah menyusun sebuah program terobosan baru yang belum pernah ada sebelumnya di Indonesia. Sebuah metodologi terintergrasi antara banyak disiplin keilmuan, seperti Kedokteran konfensional, At Thibun nabawi, TCM, Pengobatan tradisional Asia, Psikoterapi serta pengembangan-pengembangan dalam aplikasi tindakan terapi yang telah terbukti efektifitasnya, hal ini dapat dibuktikan berdasarkan testimoni kepulihan santri kami. Tindakan sistematis dan terintegrasi Secara umum pasien/santri akan mendapatkan fasilitas layanan sebagai berikut Medis Psikiatri, pasien akan mendapatkan layanan farmakoterapi obat-obatan kejiwaan dari dokter-psikiater yang telah bekerjasama dengan Rumah Terapi Khalifa atau dipersilahkan dilanjutkan jika memang sudah ada dokter yg telah menangani sebelumnya. At-thibun Nabawi dan Pembinaan kerohanian seperti Ruqyah Syari’iyyah, Alhijamah Bekam Pembinaan kerohanian dan Akhlaq kepribadian Hafalan Al Qur’an Al hafidz, Membaca Al Qur’an dan kajian keagamaan lain yaitu Aqidah, Fiqih dan seterusnya . Pengobatan TCM – Asia sistematis yaitu Akupunktur, Totok Syaraf, Akupressur, Reflexy Aspek psikologis, pasien akan menjalanani tindakan terapi dan pembinaan mental seperti Psikoterapi, Terapi Kognitif, Psikososial dan seterusnya. Kegiatan Penunjang, selain tindakan terapi Yayasan Khalifa juga mengadakan kegiatan keterampilan atau kesenian dan juga kegiatan diluar klinik seperti outbond, refressing dan kegiatan positif lainnya. Pasca terapi mondok, setelah menjalani boarding di pondok kami juga memperhatikan membantu dalam pengembangan bakat Passion, hobi, hingga diharapkan kedepan pasien dapat berkembang dan mandiri, baik secara aktifitas keharian dan financial memiliki penghasilan sendiri Informasi calon santri baru silahkan menghubungi Mudir/ Ketua Yayasan KHALIFA 0812-8810-5646 Ustadz Sumarno Abu Juraij

pondok pesantren rehabilitasi mental miftahussyifa